Selasa, 20 Okt 2026

Krisis Air Bersih di Pati Kian Parah, 7 Kecamatan Masuk Zona Hitam

waktu baca 2 menit
Selasa, 20 Okt 2026 02:27 13 Admin

PATI, Pojokutara.com – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pati mendorong Komisi B DPRD Pati menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak. Sebanyak 100 tangki air disiapkan untuk didistribusikan ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan.

Penyaluran bantuan diawali di Desa Wuwur, Kecamatan Gabus, Minggu (18/10). Distribusi selanjutnya dijadwalkan menyasar wilayah lain yang membutuhkan, terutama di Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, dan sekitarnya.

Ketua Komisi B DPRD Pati Muslihan mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Semoga bermanfaat dan bisa sedikit mengurangi keresahan warga yang kekurangan air bersih,” ujarnya.

Muslihan menjelaskan, untuk tahap awal pihaknya mengalokasikan 100 tangki air bersih yang dibagi ke sejumlah titik terdampak. Setiap tangki berkapasitas 6.000 liter, sehingga total air yang disiapkan mencapai 600.000 liter.

Penyaluran direncanakan berlangsung secara intensif selama sepekan. Jumlah bantuan juga berpeluang ditambah dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Dalam seminggu ini kita rencana full dan bisa nambah lagi,” katanya.

Bantuan tersebut disalurkan di tengah dampak kekeringan yang masih meluas di Kabupaten Pati. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati per Minggu (18/10), kekeringan telah berdampak pada 75 desa di 12 kecamatan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetya menyebut, sebanyak 13.698 kepala keluarga atau 45.618 jiwa terdampak kekurangan air bersih.

Dari wilayah terdampak tersebut, terdapat tujuh kecamatan yang masuk kategori kekeringan berat atau zona terdampak, yakni Gabus, Tambakromo, Kayen, Winong, Pucakwangi, Jakenan, dan Jaken.

“Untuk zona kekeringan berat, ada tujuh kecamatan dengan 34 desa yang terdampak,” jelasnya.

Besarnya jumlah warga terdampak membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak.

Distribusi bantuan diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan rumah tangga sembari menunggu kondisi kembali membaik. (RED – Pojokutara.com)

LAINNYA