Site icon Pojok Utara

Dirumahkan Saat Pandemi, Petani Ketela Bangkit dan Untung Jutaan Rupiah Berkat KUR

PATI, Pojokutara.com – Pandemi Covid-19 yang menghantam pada 2020 silam berdampak pada lesunya perekonomian masyarakat, termasuk di kalangan petani ketela yang ada di Kabupaten Pati.

Juhadi (35) warga Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso, Pati yang pada saat itu bekerja di sebuah perusahaan swasta terpaksa dirumahkan akibat tidak adanya orderan di tempat ia bekerja. Mencoba peruntungan menjadi seorang petani ketela, dirinya gagal di awal karena minimnya modal usaha dan keterbatasan lahan.

“Dulu saat ada covid itu saya nganggur karena di tempat saya kerja tidak ada pesanan. Jadi saya coba bertani ketela, tetapi gagal karena kurang modal,” keluhnya, Sabtu 27 Juni 2026.

Beruntung, setahun berselang tepatnya di 2021 Juhadi didatangi oleh seorang Mantri dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menawarkan bantuan keuangan untuk modal dirinya mengembangkan usaha bertani ketela.

Awalnya, Juhadi hanya berani mengambil pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 10 juta. Tetapi karena melihat potensi usahanya yang semakin berkembang, dirinya kemudian terus menambah KUR setiap tahunnya.

“Tiba-tiba saya didatangi oleh seorang Mantri BRI ditawari pinjaman untuk usaha. Awalnya itu Rp 10 juta, kemudian naik menjadi Rp 20 juta setiap tahunnya hingga sekarang ini,” tambahnya.

Dengan adanya bantuan keuangan dari BRI, Juhadi mengaku memperoleh keuntungan hingga 40 persen dari modal yang ia pinjam.

“Sangat membantu, karena apapun usaha harus perlu modal. Saya hitung-hitung, untungnya itu bisa 40 persen,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Manager Departemen Ultra Mikro BRI Kanwil Semarang Eka Purnama, menambahkan adanya bantuan pinjaman keuangan ini selaras dengan tujuan pemerintah dalam memberdayakan UMKM.

Ia mengungkapkan, banyak masyarakat dari kalangan petani yang memanfaatkan bantuan keuangan ini untuk memperluas lahan garapan dengan sistem sewa.

Sesuai dengan prinsip BRI dalam membantu memberdayakan masyarakat termasuk petani, bantuan semacam ini akan terus dikembangkan oleh pihaknya.

“Kalau saya sendiri pegang puluhan (nasabah). Kalau seluruh kecamatan mungkin ratusan. Jadi kami para Mantri datang ke rumah warga memberikan penawaran pinjaman dana ke masyarakat untuk bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha,” tandasnya. (ARIF – Pojokutara.com)

Exit mobile version