
PATI, Pojokutara.com – Batik Bakaran merupakan ciri khas dari Kabupaten Pati yang pusatnya berada di Kecamatan Juwana. Pernak-pernik batik tulis dengan berbagai motif ini dapat dijumpai di Museum Batik Bakaran Sudewi yang berada di Desa Bakaran Wetan, tepatnya di pinggir jalan raya Juwana-Wedarijaksa.
Museum yang dikelola oleh Bumdes Bakaran Wetan ini memamerkan peralatan tradisional yang digunakan untuk membatik, foto kuno Batik Bakaran, hingga sejarah kemunculan Batik Bakaran. Disamping itu, ratusan kain Batik dari 13 pengrajin batik juga di pajang rapi di dalam museum.
Museum Batik buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 20.00 WIB. Selain bisa melihat koleksi museum, para pengunjung juga bisa membeli kain batik yang di pajang didalamnya.
“Setiap bulannya ada ratusan pengunjung datang kesini. Ada juga kunjungan anak-anak sekolah untuk wisata edukasi. Motif batik yang paling laku disini macam-macam, ada Sidomulyo, Liris, Manggar, Ladrang seling, dan Minatani,” ucap Sutiani selaku penjaga museum Batik Bakaran Sudewi pada Kamis 4 Mei 2026.
Dian Aji (28) salah satu pengunjung museum mengaku sangat antusias melihat koleksi dan alat-alat membatik yang dipamerkan di dalam museum.
“Museum ini kan satu-satunya di Pati yang menampilkan koleksi Batik Bakaran. Jadi sangat unik dan bagus kalau dikembangkan terus,” paparnya.
Sementara itu Kepala Desa Bakara Wetan, Wahyu Supriyono mengatakan, untuk mendukung museum ini tidak lepas bantuan dari pihak BRI Cabang Pati. Pemdes melalui BUMDes Makmur Lestari juga telah menjalin kerja sama dengan pihak bank, berupa program pendampingan untuk meningkatkan pemasaran dan kemajuan museum.
“Zaman sekarang bahwa transaksi hari ini arahnya ke tunai, tapi juga ke non tunai. Maka sebagai desa binaan BRI Peduli kemudian diberikan fasilitas QRIS BRI penjualan kita lebih jalan dan modern. Sekarang itu di Museum sejak menjadi desa binaan Brilian BRI itu kita semakin modern,” ujarnya.
Sebagai salah satu desa wisata yang berada dibawah pengawasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati. Desa Bakaran Wetan juga didorong oleh Plt Bupati Risma Ardhi Chandra untuk menjadi salah satu destinasi wisata di momen libur semester tahun ini.
Plt Bupati Pati menyampaikan bahwa kegiatan outing class di dalam wilayah Kabupaten Pati termasuk wisata edukasi ke wisata batik Bakaran Wetan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal. Selain mendukung ekonomi lokal, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk mengenal potensi wisata dan budaya daerahnya sendiri.
“Jadi pemberdayaan ekonomi lokal ini kita aktifkan atau kita tingkatkan dengan wisata lokal. Ini juga untuk edukasi tempat-tempat wisata di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Asisten Manager Departemen Ultra Mikro BRI Kanwil Semarang Eka Purnama menceritakan, BRI memiliki program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui program Desa BRILian ini salah satunya juga adanya BUMDes Makmur Lestari yang aktif beroperasi. Dari sini kemudian, BRI hadir memberikan sentuhan digitalisasi mulai dari pembayaran non tunai hingga pengembangan potensi UMKM lokal seperti produksi batik.
Selain keaktifan BUMDes, lanjut Eka, BRI juga tidak sembarangan dalam menentukan Desa BRILIan. Keaktifan dari masyarakat ditambah dengan keseriusan dari Pemdes untuk dibina juga menjadi pertimbangan lain untuk membantu ekonomi desa.
“Desa BRILian ini konsepnya kita survey dulu, programnya menyasar ke desa. Syaratnya harus memiliki BUMDes yang aktif, disana bisa melakukan transaksi melalui agen BRILink. Bisa tarik tunai, dan berbagai pembayaran non tunai bisa dilayani. Dan keuntungannya diberikan ke BUMDes,” kata Eka. (ARIF – Pojokutara.com)
