Selasa, 11 Agu 2026

Temui Pendemo, Plt Bupati Minta Dapur MBG di Pati Ambil Pasokan Telur dadi Peternak

waktu baca 2 menit
Selasa, 11 Agu 2026 06:12 19 Admin

PATI, Pojokutara.com – Aksi turun ke jalan yang dilakukan ratusan peternak ayam mandiri di kawasan Alun-Alun Kabupaten Pati, Senin (10/8/2026), langsung mendapat atensi penuh dari pimpinan daerah. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, turun langsung ke tengah kerumunan massa guna berdialog dan merespons tuntutan para peternak yang merasa usahanya makin kritis.

Di hadapan massa yang memanas, Chandra memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tidak akan tinggal diam. Ia berjanji akan merangkul jajaran DPRD untuk mengawal langsung aspirasi peternak hingga ke tingkat pusat.

“Bareng-bareng dengan beberapa anggota dewan dan Ketua Dewan, kita akan bersurat ataupun datang langsung ke pemerintah pusat untuk menyelesaikan hal-hal ini. Tuntutan ini harus sampai ke pusat, nanti kami akan kawal,” tegas Chandra di atas mobil komando.

Menanggapi jeritan peternak terkait harga pakan pabrikan yang terus melambung dan mencekik biaya produksi, Chandra menyambut baik usulan kemandirian pakan. Ia menyatakan dukungannya secara penuh jika Kabupaten Pati memiliki pabrik pakan sendiri.

“Bikin pabrik pakan sendiri, Insyaallah saya sangat setuju. Teman-teman kepolisian juga sudah bantu mengawal masalah (stok) jagungnya. Saat ini tinggal kita mencari investor yang mau membangun pabrik pakan di Kabupaten Pati,” urai Chandra memberikan angin segar.

Dalam dialog tersebut, perwakilan massa juga mengeluhkan mandeknya serapan telur lokal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang ditengarai justru mendatangkan pasokan dari luar daerah.

Merespons aduan tersebut, Chandra mengaku telah memanggil pihak terkait agar segera mengevaluasi rantai pasok tersebut dan memprioritaskan hasil bumi dari peternak lokal.

“Hari ini ketua (pihak terkait)-nya sudah saya panggil untuk terus berkoordinasi dengan panjenengan. Supaya semua SPPG mengambil pasokan dari group-nya Pati sendiri,” ujarnya

Massa juga mendesak pemerintah agar memblokir masuknya telur berkualitas rendah atau “telur putih” (biasa merujuk pada telur infertil/HE) dari luar daerah yang kerap merusak harga pasaran di Kabupaten Pati.

Menutup dialognya, Chandra mengajak perwakilan peternak untuk duduk bersama di meja perundingan guna mencari solusi teknis yang komprehensif.

“Intinya, bareng-bareng kita selesaikan masalah ini dengan damai. Pati cinta damai, Pati yang aman. Semua masalah pasti ada solusinya kalau kita duduk bareng dan bergandengan tangan,” pungkasnya. (HMS – Pojokutara.com)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA