Dulu Dikenal Jeglongan Sewu, Kini Petani Bapoh Pati Nikmati Jalan Cor Beton 

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan CSR BRI Pati berupa betonisasi jalan pertanian di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, Maret kemarin

PATI, Pojokutara.com – Suara getaran sepeda motor petani di tengah luasnya hamparan sawah menghiasi sepanjang jalan Blok Kandang di Dusun Bapoh, Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Bukan getaran biasa, suara tersebut dihasilkan dari kendaraan petani yang melintas di lubang jalan.

Tak jarang lubang jalan disana mengakibatkan kendaraan berat pengangkut hasil pertanian menjadi terhambat bahkan nyaris terguling. Padahal jalan ini memiliki fungsi strategis bagi masyarakat yang memiliki lahan sawah, perkebunan tebu, hingga kendang ayam.

Kondisi kian parah ketika musim hujan turun, menyebabkan genangan air hampir disepanjang jalan. Kondisi ini jelas menghambat akses mobilitas dan merugikan para petani yang menggantungkan hidupnya dengan bertani.

Kaswito, salah satu petani setempat mengaku jengah dengan kondisi yang demikian tanpa adanya perbaikan dari pemerintah desa. Usulan yang setiap tahun dituangkan dalam musyawarah desa pun tak kunjung direalisasikan, hingga warga memiliki inisiatif untuk melakukan perbaikan secara swadaya.

“Kondisinya sangat buruk mas, apalagi kalau musim hujan jalan licin berlubang tertutup air. Padahal disini itu akses vital petani mengangkut hasil panen,” ungkapnya Kamis 14 Mei 2026.

Beruntung di tahun 2026 ini, atas usulan dari BRI unit Wedarijaksa melalui program Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR), BRI sebagai lembaga keuangan negara hadir memberikan bantuan senilai Rp100 juta.

Hasilnya, jalan yang semula penuh lubang kini mulu setelah dilakukan perbaikan dengan kontruksi cor beton sepanjang 100 meter yang diresmikan pada Maret 2026 kemarin. Perbaikan ini pun disambut antusias oleh puluhan petani yang setiap harinya melintas di jalan tersebut.

“Terimakasih BRI, dengan adanya perbaikan jalan rabat beton ini memudahkan kami patani dalam bekerja. Kami tidak perlu khawatir lagi jalan licin saat hujan,” imbuh Kaswito.

Bantuan TJSL tersebut diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur jalan pertanian yang diharapkan dapat mempermudah arus transportasi antar dukuh serta mendukung kelancaran aktivitas para petani dalam mendistribusikan hasil pertanian.

Pemimpin Cabang BRI setempat, Yuswandita Toesa Febrianto, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah operasional perseroan.

“Melalui program TJSL ini, BRI berharap pembangunan rabat beton jalan pertanian di Desa Bumiayu dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, khususnya para petani. Infrastruktur yang memadai akan mendukung produktivitas serta memperlancar distribusi hasil pertanian sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” ujar Yuswandita.

Pembangunan jalan pertanian ini diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas antar wilayah dukuh, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi masyarakat desa. BRI terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program TJSL yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diterapkan perseroan.

Melalui berbagai inisiatif TJSL, BRI secara konsisten mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah sebagai wujud peran aktif BUMN dalam pembangunan nasional.

Dihubungi terpisah, Dian Imami Mashuri, SE., MM, selaku pakar ekonomi dari Universitas Safin Pati (USP) menyebut apa yang diberikan oleh BRI sebagai bentuk kepedulian lembaga perbankan sebagai perusahaan negara yang hadir untuk masyarakat melalui dana CSR yang diambil dari keuntungan bersih perusahaan.

Menurutnya, bank memegang peranan penting dalam menjaga perputaran uang masyarakat agar tetap terjaga nominalnya. Serta turut membantu masyarakat desa menuju ke arah digitalisasi melalui berbagai program yang telah terlaksana.

“Ini sangat bagus ketika perbankan hadir di tengah-tengah masyarakat, kemudian memberikan bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur jalan, tentunya bisa menghidupkan perekonomian,” ujarnya.

Keberadaan akses jalan yang mumpuni selain mempermudah mobilitas masyarakat, juga meningkatkan perekonomian. Dimana moda transportasi pengangkut hasil panen menjadi mudah dimuat tanpa ada halangan jalan yang rusak. (ARIF – Pojokutara.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *