Cashless Society Mudahkan Transaksi Non Tunai di Warung Sambel Iwak Pee 

PATI, Pojokutara.com – Kesulitan saat mencari uang pengembalian dialami oleh pemilik warung makan Bu Sri yang berada di Kelurahan Pati Wetan, Kecamatan/Kabupaten Pati.

Pasalnya, para pembeli yang datang menikmati santap makan siang seringkali membawa uang tunai dengan nominal Rp 100 ribuan. Akibatnya, Bu Sri sering mendapat komplain dari para pembeli akibat lamanya mencari uang kembalian.

“Susahnya kalau mencari uang recehan, apalagi kalau yang beli pakai uang tunai Rp 100 ribuan. Jadi saya harap ada inovasi teknologi untuk mempermudah transaksi,” harapnya, Kamis (7/3).

Berbeda dengan warung makan Bu Sri, Warung Sambel Iwak Pee milik Diah Muzaroah di Jalan Randukuning Pati ini sudah menerapkan cashless society. Inovasi ini memudahkan pembeli dalam membayar secara online dengan cara memindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) berlogo Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggunakan aplikasi BRImo di ponsel pintar.

Diah menceritakan, pada awalnya didatangi oleh seorang mantri BRI yang menawarkan kemudahan transaksi dengan menggunakan QRIS. Tanpa berfikir panjang, ia akhirnya setuju dan hingga kini banyak membantu transaksi keuangan di warung miliknya.

“Awalnya dulu tahun 2021 ada seorang mantri BRI yang datang kesini menawarkan pindai barcode QRIS BRI. Alhamdulillah banyak bermanfaat, bahkan 40 pembeli membayar dengan QRIS,” ungkap Diah.

Sementara itu Jurianto, salah satu pembeli di Warung Sambel Iwak Pee mengaku sangat terbantu dengan adanya layanan QRIS di warung makan langganannya ini.

Kemudian transaksi non tunai ini membuat dirinya tidak perlu membawa uang tunai saat menyantap makan siang di Warung Sambel Iwak Pee.

“Sangat terbantu karena tidak perlu bawa uang tunai. Cukup dengan HP, tinggal di scan, selesai, sangat mudah,” kata Juri.

Asisten Manager Departemen Ultra Mikro BRI Kanwil Semarang Eka Purnama menambahkan, keberadaan QRIS di warung-warung kecil ini dalam rangka mendekatkan kemudahan layanan perbankan melalui sistem digital.

Terlebih di era globalisasi seperti saat ini, kata Eka, masyarakat membutuhkan pelayanan yang serba cepat dan digital. Sehingga BRI kemudian hadir untuk memberikan kemudahan transaksi lewat non tunai.

Eka mengakui terdapat peningkatan pengguna QRIS setiap tahunnya, terutama di pusat perbelanjaan, restoran, tempat wisata, dan juga warung-warung makan yang mulai bertransformasi menggunakan QRIS.

“QRIS hadir sebagai solusi pembayaran digital yang memungkinkan transaksi tanpa uang tunai, memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna dengan transaksi cepat dan aman,” kata Eka saat dimintai keterangan wartawan.

Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh BRI per Februari 2026, transaksi dengan QRIS BRI telah mencapai Rp2.141 triliun yang semakin menegaskan tagline Satu Bank Untuk Semua.

Hal ini selaras dengan tujuan pemerintah dalam menuju tranformasi ke arah digital denga Bank Indonesia (BI) yang menjadi leading sector. (ARIF – Pojokutara.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *