Menurut Plt Bupati, Ormas, LSM, dan tokoh masyarakat memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari. Masukan dari berbagai elemen tersebut dibutuhkan pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai persoalan dan kebutuhan warga.
“Kondusivitas daerah ini menjadi kunci untuk menjaga iklim investasi. Kalau daerah kita kondusif, investor akan merasa aman dan nyaman untuk menanamkan modalnya,” kata Chandra.
Ia juga mendorong Ormas dan LSM mengimbangi narasi negatif tentang Pati dengan informasi positif melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya berupa aksi sosial seperti bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
“Jangan hanya menyampaikan kritik. Kalau ada persoalan, mari kita sampaikan sekaligus solusinya,” tegas Chandra.
Untuk memperkuat komunikasi, Plt Bupati berencana menjadwalkan pertemuan bersama Ormas dan LSM dalam suasana yang lebih santai. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk menghimpun persoalan masyarakat dan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan arah anggaran 2027.
Pemkab Pati juga berencana membangun wadah kolaborasi bersama Ormas dan LSM. Wadah tersebut diarahkan untuk menghasilkan kerja sama yang konkret dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Sebelumnya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pati Niken Tri Meiningrum melaporkan, sosialisasi tersebut diikuti 70 peserta yang berasal dari 22 ormas dan LSM. Pada 2026, tercatat 227 ormas berada dalam pendataan Kesbangpol Kabupaten Pati, dengan 13 di antaranya merupakan LSM.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan Ormas sebagai mitra dalam menjembatani aspirasi masyarakat,” ujar Niken.
Kegiatan Sosialisasi Ormas tersebut diikuti perwakilan 22 ormas dan LSM dengan jumlah 70 peserta. Kegiatan dibiayai melalui APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2026. (HMS – Pojokutara.com)


