
PATI, Pojokutara.com – Siang itu, Khoeroni sedang asyik berbincang bersama temanya di sebuah warung kopi yang berada di kawasa Pati Kota. Suasana tampak begitu tenang dan biasa saja, sampai pada suatu saat telfon nya berdering.
Bukan melalui aplikasi Whatsap, melainkan telfon seluler asing yang nomornya tidak ia simpan. Meskipun sedikit ragu, Roni mengangkat telfon tersebut. Benar saja, suara seorang perempuan yang mengaku petugas bank menawarinya asuransi kesehatan digital.
Merasa sudah faham akan modus kejahatan terbaru, bukanya menutup telfon Roni justru menjawab telfon tersebut dengan nada santai seolah-olah mempermainkan sang petugas yang tampak serius menawarkan jasa asuransi.
“Dulu memang pernah tapi saya lupa kapan. Ada nomor tak dikenal menelfon saya, pas saya angkat ngakunya orang bank menawarkan jasa asuransi finance. Memang saya angkat, tapi tidak saya pedulikan apa yang dibicarakannya,” ungkap Roni, Sabtu 9 Mei 2026.
Tak hanya lewat telfon, ia juga pernah mendapatkan pesan singkat yang memintanya untuk meng-klik link yang dikirim. Sekali lagi Roni tetap tenang dan membiarkan link tersebut tanpa menyentuhnya.
Tindak kejahatan semacam ini juga mendapat perhatian khusus dari Polresta Pati. Untuk menghindari masyarakat dari tindak kejahatan digital, Kapolresta Pati Kombespol Jaka Wahyudi memperingatkan warga agar berhati-hati terhadap modus penipuan melalui seluler.
“Jika ada telfon atau WA yang masuk dengan melampirkan link atau file aplikasi jangan dibuka. Itu sama saja memberikan akses kepada pelaku untuk mengelola akun rekening anda,” imbaunya.

Modus semacam ini, selain mengaku sebagai orang yang menawarkan jasa juga seringkali mengaku sebagai pejabat publik agar calon korban percaya dan bersedia meng-klik link yang dibagikan.
Untuk menghindari para nasabah menjadi korban kejahatan digital yang kian marak. Menjelang periode libur idul adha ketika intensitas komunikasi dan transaksi digital meningkat, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan rekening, khususnya terhadap file yang berasal dari sumber tidak dikenal.
Modus penipuan tersebut umumnya diawali dengan pesan melalui WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan biasanya disertai narasi yang meyakinkan serta lampiran file berformat .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, hingga dokumen lain yang dibuat seolah-olah merupakan informasi penting.
Ketika korban mengunduh dan menginstal file tersebut, perangkat berpotensi terinfeksi program berbahaya atau malware. Aplikasi ini dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk mencuri data, merusak sistem, bahkan mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.
Selain itu, aplikasi .APK dari sumber tidak tepercaya dapat meminta izin akses tertentu pada perangkat pengguna. Izin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memantau aktivitas korban, sehingga membuka peluang penyalahgunaan akses terhadap layanan keuangan yang tersimpan di perangkat.
BRI Cabang Pati melalui Supervisor Iga Puspita Dewi, menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang sehingga membutuhkan kewaspadaan dari semua pihak.
“Kami juga terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.
BRI juga mengimbau nasabah agar tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak tepercaya. Nasabah juga diminta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan mencurigakan kepada pihak lain.
Apabila menerima pesan yang terkesan janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau verifikasi data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diimbau untuk memastikan kebenaran pengirim terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.
Selain itu, pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) juga dianjurkan untuk meningkatkan perlindungan pada akses layanan digital.
Jika nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang. Setelah itu, nasabah disarankan segera mengganti username, PIN, dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung.
Nasabah juga dapat melakukan reset setelan pabrik pada perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal. Selain itu, pemblokiran nomor pengirim perlu dilakukan apabila pesan terindikasi sebagai penipuan.
“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal,” sambung Iga.
Apabila ditemukan aktivitas mencurigakan pada rekening, nasabah dapat segera menghubungi Contact BRI di 1500017 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (ARIF – Pojokutara.com)






