Musholla Wahyu Sejati Nyaris Longsor, Program Ini Bantu Ibadah Warga Tetap Khidmat

Dikreasikan oleh AI/Arif Febriyanto

PATI, Pojokutata.com – Di sebuah desa di ujung utara Kabupaten Pati, sayup-sayup angin mengiringi derasnya hujan yang datang. Masyarakat yang mayotitas bekerja sebagai petani seperti biasa pergi ke sawah memastikan tanaman mereka tetap sehat sampai panen tiba.

Adzan berkumandang, para petani bergegas pulang ke rumah masing-masing melaksaakan ibadah. Ada juga yang ke mushola dan ke masjid yang ada di Desa Kedungbang, Kecamatan Tayu. Semua tampapk normal, masyarakat beribadah dengan khusyu melantunkan doa-doa yang dilangitkan agar dikabulkan oleh sang pencipta.

Bacaan Lainnya

Namun begitu di Musholla Wahyu Sejati, aktivitas ibadah masyarakat dihantui rasa was-was. Bukan karena tindak criminal ataupun kondisi desa yang bergejolak. Melainkan posisi mushola yang tepat berada di tepi jurang bahkan nyaris longsor.

Imam, salah satu warga menceritakan rasa kehkawatiranya saat melaksanakan sholat disana, apalagi saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Bagaimana tidak, derasnya air hujan yang turun ke tanah Desa Kedungbang sangat mungkin mengakibatkan bagian belakang mushola mengalami longsoran.

Upaya swadaya masyarakat untuk membuat talud beton penahan longsor juga belum terealisasi, mengingat keterbatasan biaya. Padahal musholla memiliki luas yang tidak terlalu besar, hanya 6×4 meter.

“Cukup khawatir karena pinggirnya itu kan jurang, kan mudah longsor. Kalau swadaya belum memungkinkan karena biaya juga kan,” ungkap Imam menceritakan kondisi mushola sebelum mendapatkan renovasi.

Melihat kondisi Musholla Wahyu Sejati yang memperihatinkan, perusahaan perbankan BRI Cabang Pati melalui kantor cabang Tayu kemudian memiliki inisiatif untuk membantu memperbaiki mushola lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Penyaluran dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Melalui usulan yang digaungkan pada 2025, bantuan CSR sebesar Rp100 juta diberikan untuk merenovasi mushola di tahun 2026. Setelah selesai dan diresmikan pada Jumat 22 Mei kemarin, kondisi mushola tampak lebih baik dengan keberadaan talud beton tepat di jurang menjadi penghalang bangunan agar tidak longsor.

Warga Desa Kedungbang menyambut baik bantuan tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan BRI terhadap kebutuhan lingkungan sekitar. Renovasi musholla itu diharapkan segera selesai sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

Selain digunakan untuk ibadah harian, Musholla Wahyu Sejati juga menjadi pusat kegiatan warga, mulai dari pengajian hingga kegiatan sosial masyarakat di Desa Kedungbang, Kecamatan Tayu.

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan CSR dari BRI Pati untuk mushola di Desa Kedungbang, Tayu

Branch Manager BRI BO Pati, Yuswandita Toesa Febrianto mengatakan, bantuan senilai Rp100 juta itu diharapkan dapat membantu proses renovasi musholla agar warga dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman dan khusyuk.

“Melalui program BRI Peduli CSR ini, kami berharap renovasi Musholla Wahyu Sejati dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Kedungbang. Tempat ibadah yang nyaman tentu akan mendukung aktivitas keagamaan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program CSR tersebut juga menjadi bentuk nyata komitmen BRI dalam mendukung kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar, khususnya dalam penguatan sarana sosial dan keagamaan.

Menurutnya, keberadaan fasilitas ibadah yang lebih layak diharapkan mampu mempererat kebersamaan warga serta meningkatkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Dilansir dari situs resmi BRI, pelaksanaan program TJSL BRI Peduli mengacu kepada Peraturan Menteri BUMN No. PER-05/MBU/04/2021 tanggal 8 April 2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha Milik Negara yang kemudian diadopsi ke dalam peraturan internal perusahaan melalui Surat Edaran NO. SE. 50 –DIR/CSC/09/2021 tanggal 30 September 2021 tentang Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan BRI Peduli PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN tersebut, terjadi perubahan sektor penyaluran Program TJSL BRI Peduli yang sebelumnya mengacu pada 7 sektor Bina Lingkungan menjadi mengacu pada 4 pilar utama yaitu Pilar Sosial, Pilar Ekonomi, Pilar Lingkungan serta Pilar Hukum & Tata Kelola dengan sasaran kegiatan mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Penerapan program TJSL BRI juga berpedoman pada konsep Triple Bottom Line, yaitu Pro People, Pro Planet, dan Pro Profit yang mendasari program BRI selama ini yang menyelaraskan social value dan business value perusahaan dan sejalan dengan strategi Environmental, Social & Governance (ESG) BRI. Dari berbagai komitmen yang telah dilaksanakan, BRI terus meningkatkan kualitas Program BRI Peduli dengan membangun sistem manajemen program, baik perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, termasuk pengukuran dampak program serta kesesuaian dengan peraturan yang berlaku. (ARIF – Pojokutara.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *