Jumat, 11 Sep 2026

Wakil Kapala MBG Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di Pati

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 13:25 19 Admin

PATI, Pojokutara.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono bersama Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh biaya penanganan medis korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati ditanggung bersama, Kamis (10/9/2026). Kepastian tersebut disampaikan saat Trenggono didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung para korban yang menjalani perawatan di Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati dan sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Yang jelas semua akan ditangani, baik dari BGN maupun dari Pemkab. Jadi tidak ada masalah untuk biayanya, akan ditanggung semua oleh BGN maupun Pemkab,” kata Trenggono saat ditemui di KSH Pati, Kamis sore.

Hingga pukul 13.00 WIB, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat 269 orang mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1. Dari jumlah tersebut, 59 korban masih menjalani rawat inap di empat rumah sakit, sedangkan 154 korban lainnya tercatat menjalani rawat jalan.

“Dengan adanya kejadian fatal keracunan makanan ini, saya bersama dengan Plt Bupati langsung menjenguk dan melihat dari dekat. Sampai sore hari ini masih ada pasien yang dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi segera pulih, tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar Trenggono.

Ia pun menyampaikan, BGN telah mengambil langkah tegas terhadap SPPG Gembong 1 dengan menjatuhkan sanksi pembekuan operasional atau suspend. Penanganan tersebut dilakukan seiring evaluasi atas dugaan ketidaksesuaian proses penyediaan makanan dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau suspend bagi yang korbannya di atas 100 itu masuk kategori yang sudah berat, itu pasti. Apalagi nanti kalau dapurnya juga jelek, kami suspend permanen. Suspend ringan 10 hari, suspend sedang 20 hari, dan suspend berat 30 hari,” tegas Trenggono.

BGN juga akan memperketat pengawasan terhadap tata kelola dapur SPPG di berbagai daerah. Pemeriksaan akan dilakukan melalui pemantauan secara virtual maupun kunjungan langsung untuk memastikan seluruh tahapan penyiapan makanan berjalan sesuai SOP.

“Kami terus akan mengecek secara detail ke dapur-dapur. Kami akan melakukan pengecekan secara virtual maupun kunjungan ke dapur-dapur supaya betul-betul makanan bisa disiapkan dengan baik,” jelas Trenggono.

Sementara itu, Chandra saat diwawancarai soal Kejadian Luar Biasa (KLB), Plt Bupati Pati mengatakan bahwa sejak awal, hal itu ditujukan untuk mempercepat penanganan kesehatan bagi para korban. Langkah tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada keluarga agar tidak ragu membawa anak yang mengalami keluhan untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Kami mengutamakan masalah pelayanan kesehatan dan keselamatan nyawa anak-anak didik kita. Makanya sejak awal kami sampaikan seperti itu, agar bisa kami tangani secara langsung dan cepat,” kata Chandra.

Plt Bupati menambahkan, mekanisme pembiayaan penanganan korban telah dikoordinasikan bersama BGN. Pemkab Pati terlebih dahulu memastikan pelayanan medis berjalan tanpa hambatan, sementara pembiayaan selanjutnya ditanggung melalui kolaborasi BGN dengan pemerintah daerah. (HMS – Pojokutara.com)

LAINNYA