Rabu, 29 Jul 2026

Plt Bupati Pati Ungkap Solusi Atasi Banjir Juwana, Sudetan Sungai 11 Kilometer Segera Dikebut

waktu baca 2 menit
Rabu, 29 Jul 2026 02:34 101 Admin

 

PATI, Pojokutara.com – Pemerintah Kabupaten Pati terus mempercepat upaya penanganan banjir yang kerap melanda Kecamatan Juwana. Salah satu langkah strategis yang kini dikawal adalah rencana pembangunan sudetan Sungai Juwana sepanjang kurang lebih 11 kilometer bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 bertema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin (27/7/2026).

Menurut Chandra, koordinasi dengan BBWS Pemali Juana terus dilakukan agar proyek sudetan dapat segera direalisasikan sebagai salah satu solusi mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan masyarakat Juwana.

“Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana sekitar 11 kilometer agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana,” ujarnya.

Selain mendorong pembangunan sudetan, Pemkab Pati juga menyiapkan langkah pendukung berupa normalisasi sungai serta penyediaan alat berat untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Chandra menilai Sungai Juwana memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat. Selain menjadi sumber pengairan pertanian, sungai tersebut juga menopang sektor perikanan, menyediakan sumber air, dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan.

“Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” katanya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi, seperti sedimentasi, banjir musiman, hingga pertumbuhan enceng gondok yang menghambat aliran sungai.

Namun, menurut Chandra, enceng gondok tidak harus selalu dipandang sebagai persoalan. Dengan pengelolaan yang tepat, tanaman tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi yang mampu menambah penghasilan masyarakat.

“Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat,” tambahnya. (HMS – Pojokutara.com)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA